"Orang suci" sesungguhnya lebih menginginkan kepedihan dan siksa daripada apapun. Bahkan ampunan dan kasih untuk mereka sendiri. Karena apa yg mereka bicarakan, pikirkan, setiap detiknya adalah siksa yang pedih bagi orang-orang yang asing. Orang-orang yang tidak sesuai dengan kebiasaan mereka. Orang-orang yang lebih bahagia dari mereka.
Ketika ada ampunan, kasih sayang, kelembutan, penyerahan diri, mereka berang. Tidak nyaman. Bagai ikan yang berada di udara, mereka tersiksa. Tidak nyaman dengan kenyamanan. Mereka candu amarah, rasa resah, cemas, dan mereka mengkonsumsi kecurigaan dan pergunjingan agar mendapatkan efek nya.
Karena orang yang berbahagia adalah pendosa. Karena merasakan cinta bukan untuk di bumi. Tapi ditempat yang lain nun jauh di antah berantah. Yang tidak akan pernah kamu sampai disana. Kecuali kamu membusuk di bumi.
Mungkin aku berdosa menyebut mereka pendosa sesungguhnya. Tapi aku tidak tahu apakah aku berdosa karenanya atau tidak. Namun, orang-orang "suci" ini, mereka tahu betul kapan kamu berdosa bahkan sebelum Tuhan tahu bahwa kamu berdosa. Atau mungkin, mereka lah Tuhan nya? Ah, aku pasti berdosa lagi mengatakan hal barusan. Dan mereka tau itu. Mereka menjamin mengetahuinya secara pasti. Aku iri.

